Ahad, 10 Oktober 2010 07.30 WIB dengan khusyuk kulangkahkan kakiku menuju tempat “eksekusi”.
Subhanallah,, sungguh Maha Suci Alloh.
Gembira, Haru, tegang, deg-degan, semua jadi satu. Keringat dinginku bercucuran, air mata seakan segera ingin menetes di pipiku.
Dalam hati aku terus menyebut nama Rabb’ku Yang Maha Suci.
Lalu aq pun duduk, dan menghela nafas panjang. Lumayan berhasil menurunkan adrenalinku.
Seperangkat alat sholat, cincin, dan perhiasan emas telah siap di meja. Pak Naib tengah memberi nasihat-nasihatnya.
Tibalah saatnya….
Ijab dan Qabul diucapkan. Berdesir seluruh darah yang menyelimuti tubuhku, saat dia mengucapkannya. Tak sanggup lagi aku menahan air mataku.
Seseorang telah sah menjadi muhrimku. Subhanallah Walhamdulillah Wa laa illahaillahu Allahu Akbar, hanya itu yang bisa aku panjatkan untuk Rabb’ku yang Maha Rahman lagi Maha Rahiim.
Ya, aq telah resmi menjadi Nyonya Muhammad Habib sejak saat itu.
Aq telah resmi menjadi ISTRI. Ya, itulah profesi baruku, profesiku seumur hidupku. Dengan segala tugas-tugas mulia telah siap menanti.
Yaa Rabb,bimbinglah hamba untuk bisa menjalankan amanah ini.
Dua hari berselang,,,,
Subhanallah, tak henti-hentinya aku mengucapkan kata itu.
Dan hari-hari selanjutnya,,, aku sungguh menikmati profesi baruku sebagai ISTRI.
Untuk yang belum menjadi istri: faster is better
)
Yang sudah menjadi istri : Keep Istiqomah
Regards,